PAPANNEWS.COM - Bola | Kerasnya persaingan gelaran Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 memulai
memakan korban pada para pelatih yang dianggap gagal atau memiliki raport
jeblok dalam melatih kesebelasanya. Para pelatih itu dianggap sebagai pihak
yang paling bertanggung jawab atas jebloknya klub-klub yang mereka asuh.
Stefan Hanson Dipecat
Korban
pertama dari kerasnya TSC edisi perdana ini adalah Stefan Hanson, yang
sebelumnya merupakan Pelatih Persela Lamongan. Dibwah asuhan Stefan Hanson
Persela terdampar di dasar Klasemen dengan 0 poin hasil dari 4 laga. Padahal
pada musim-musim kompetisi ISL sebelumnya Persela dikenal sebagai kuda hitam
dengan prestasi bagus dan sering kali membuat kejutan dengan mengalahkan tim –tim
besar. Hanson mengakhiri petualanganya di Persela setelah kekalahan keempat
Persela dari Persipura di kandangnya sendiri dengan skor 1-0 pada 23 Mei 2016
lalu. Dan sebagai pengganti untuk mengisi kekosongan Kepala Pelatih, maka
manajemen menunjuk Asisten Pelatih Didik Ludiyanto untuk mennjadi Kepala
Pelatih Persela,
Rober Rene Albert Datang
Nasib
buruk tidak hanya dialami oleh Stefan Hanson sendiri, pasalnya kabar buruk juga
datang dari PSM Makasar yang memecat pelatihnya sendiri Luciano Leandro.
Padahal dibawah asuhan Slah satu pemain Legenda PSM ini, prestasi klub
terbilang tidak terlalu buruk dengan dua kali kemenangan partai kandang dan 2
kali kekalahan partai tandang.
Namun
manajemen dan suporter menganggap performa PSM masih dibawah ekpektasi
manajemen yang menargetkan klub ini untuk meraih puncak klasemen di akhir
kompetisi nanti. Alhasil meski pada pertandingan terakhirnya anak asuhnya
meraih 3 poin penuh di kandang usai menumbangkan tamunnya Barito 1-0 , Luciano
pun tetap di pecat.
Sebagai
penggantinya PSM mendatangkan Pelatih yang sarat pengalaman dari Belanda, Robert
Rene Albert. Sosok ini merupakan sosok yang tak asing bagi dunia persepakbolaan
nasional karena pernah membawa Arema Indonesia Juara ISL 2009/2010 di musim
perdananya melatih di Liga Indonesia dan juga pernah setengah jaln menukangi
PSM Makasar pada ISL 2010/2011 sebelum mereka memutuskan mengakhiri kontrak
karean terjadinya masalah dualisme kompetisi pada saat itu.(rda/cw)
WARTAWAN : Rizan Farm
BERITA TERKAIT :
