PAPANNEWS.COM - News | Kelompok 85 (K-85) – Para Anggota Pemilik Suara PSSI- terus mendesak Induk
Sepakbola Nasional kita itu untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB)
secepatnya. PSSI sendiri yang sejak awal tidak berminat menggelar KLB nampaknya
mulai takut menghadapi kelompok ini, hal ini terbukti dengan memundurkan jadwal
kongres tahunan pada 1 Juni bulan depan menjadi Agustus mendatang karena takut
diboikot K-85
Sementara
itu K-85 pimpinan Umuh Muchtar ini tak sekedar menggertak saja tapi mereka juga
terus menghimpun kekuatan, hal ini terbukti pada awal Mei lalu kekuatan
kelompok ini hanya 85 voters saja namun pada 24 Mei 2016 kekuatan kelompok ini
mencapai 92 dari total 107 voters yang artinya lebih dari 2/3 voters PSSI ada
dalam genggaman mereka
Untuk
membuat mereka makin solid serta mempersiapkan Calon Ketua Umum yang mereka
usung jika nanti KLB digelar. Mereka telah mempersiapkanya dengan menunjuk Letjen
Edy Rahmaya yang merupakan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat
(Pangkostrad) dan juga menjabat presiden direktur (Predir) PS TNI sebagai Ketua
dari K-85 pada 24 Mei 2016, kemarin.
Edy
yang merupakan Perwira tinggi TNI, dianggap mewakili sosok yang mampu
menyeleraskan keinginan pemerintah terhadap PSSI kedepanya seperti apa, karena
organisasi sepakbola ini kerap kali bersebrangan dengan pemerintah di masalalu
dan puncaknya adalah pembekuan pada 18 April 2015 lalu
Setelah
ditunjuk menjadi Ketua K-8, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi akan segera berkirim
surat kepada PSSI untuk ketiga kalinya guna segera kembali mendesak KLB . Dan Jika
sampai 18 Juni mendatang permintaan KLB tak segera juga dipenuhi, K-85
disebutnya bakal langsung berkirim surat kepada FIFA.
"Dalam
statuta memang diatur jika KLB yang memiliki hak-hak suara ini (107 voter),
salah satunya saya dari PS TNI mengajukan KLB. Tapi apabila sampai tiga kali
mengajukan ini tidak dijawab, tidak diindahkan PSSI, maka dalam aturan main,
kami akan menyurati FIFA dan tembusannya ke PSSI. Sehingga FIFA wajib mengecek,
menindaklanjuti apa yang harus dilakukan PSSI," ungkap Edy di Jakarta,
Selasa (24/5). (rda/cw)
Foto : Detik.com
WARTAWAN : Rizan Farm
BERITA TERKAIT :
