PAPANNEWS.COM - Bola | Jakarta, pada 1 Juni 2016
mendatang, federasi sepakbola Indonesia, Persatuan Sepakbola Inddonesia PSSI
berencana menyelenggarakan Kongres Tahunan perdananya pasca pencabutan sangsi
pembekuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Kota Balikpapapan
dengan Agenda yang telah disebarkan oleh Kesejeknan PSSI Sebagai Berikut :
- Roll Call
- Pernyataan bahwa Pelaksanaan Kongres sesuai statuta
- Persetujuan atas tata tertib dan agenda Kongres
- Sambutan atas ketua Umum PSSI
- Penunjukan Petugas Pemeriksa Notulen
- Penunjukan Scruitness
- Persetujuan terhadap notulen Kongres sebelumnya
- Pemberhentian dan Penetapan Anggota Baru PSSI (Jika Ada)
- Perubahan Nama Asosiasi Futsal Indonesia menjadi Federasi Futsal Indonesia
- Laporan Ketua Umumu dan Keuangan PSSI 2015
- Persetjuan terhadap Laporan Program Kerja dan Keuangan PSSI 2016
- Presentasi Program Kerja dan Keuangan PSSI 2016
- Persetjuan terhadap Program Kerja dan Keuangan PSSI 2016
- Pengukuhan Keputusan Komite Eksekutif PSSI tentang Daftar Anggota Komite Disiplin PSSI
- Pengukuhan Keputusan Komite Eksekutif PSSI tentang Daftar Anggota Komite Banding PSSI
- Pengukuhan Keputusan Komite Eksekutif PSSI tentang Daftar Komite Etik PSSI
- Pengukuhan Auditor Independence
- Pengukuhan Komite Eksekutif PSSI tentang Pembentukan Komite Darurat PSSI
- Lain-lain
Namun menariknya Agenda PSSI 2016 ini tidak menyinggung soal
permintaab Kongres Luar Biasa (KLB) dari pemilik suara mayoritas PSSI yang
tergabung dalam Kelompok 85 (K-85) pimpinan Umuh Muchtar.
Sungguh menarik apa yang terjadi pada Kongres tahunan ini
padahal sebelumnya Para Pemilik suara PSSI dihadapan Presiden Joko Widodo saat
bertemu di Istana pada April lalu setuju mengenai KLB dan Kemenpora juga
mendorong dan mengawal terus rencana KLB yang akan digulirkan Pemilik suara
PSSI bahkan Menpora, Imam Nahrowi juga mengancam akan menjatuhkan sangsi baru
bagi PSSI jika tak menggelar KLB yang telah disuarakan mayoritas anggotanya
untuk menjalankan program reformasi di tubuh Federasi bola Nasional kita karena
selama kepengurusan PSSI hasil KLB 18 april 2015 lalu vakum bahkan Ketua
umumnya dinyatakan sebagai buroana sedangkan dua anggota Komite Eksekutifnya
telah mengundurkan diri. (rda/cw)
WARTAWAN : Rizan Farm
BERITA TERKAIT :
